Langsung ke konten utama
Keterkaitan EDS dengan Penjaminan dan Peningkatan Mutu
EDS dikembangkan sejalan dengan sistem penjaminan mutu pendidikan, khususnya yang
terkait dengan perencanaan pengembangan sekolah dan manajemen berbasis sekolah.
Pelaksanaan EDS terkait dengan praktek dan
peran kelembagaan yang memang sudah berjalan, seperti manajemen berbasis sekolah, perencanaan pengembangan sekolah, akreditasi sekolah, implementasi SPM dan
SNP, peran LPMP/BDK, peran pengawas, serta manajemen pendidikan yang dilakukan oleh pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota, dan Rencana Pembangunan Nasional Bidang Pendidikan, Renstra Kemendiknas, dan Renstra Kemenag.
Evaluasi Diri Sekolah (EDS), sebagai komponen penting dalam SPMP, merupakan dasar peningkatan mutu dan
penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). EDS juga menjadi sumber
informasi kebijakan untuk penyusunan program pengembangan pendidikan
kabupaten/kota. Karena itulah EDS menjadi bagian yang integral dalam penjaminan
dan peningkatan mutu pendidikan. EDS adalah suatu proses yang memberikan tanggung jawab kepada sekolah
untuk mengevaluasi kemajuan mereka sendiri dan mendorong sekolah untuk
menetapkan prioritas peningkatan mutu sekolah.
Kegiatan EDS berbasis sekolah, tetapi proses ini juga mensyaratkan adanya
keterlibatan dan dukungan dari orang-orang yang bekerja dalam berbagai
tingkatan yang berbeda dalam sistem ini, dan hal ini tentu saja membantu
terjaminnya transparansi dan validitasi proses.
EDS merupakan komponen penentu yang sangat penting dalam membangun sistem informasi
pendidikan nasional terutama dalam memotret kinerja sekolah dalam penerapan SPM
dan SNP. Informasi yang terbangun menjadi dasar untuk perencanaan peningkatan
mutu berkelanjutan dan pengembangan kebijakan pendidikan pada tingkat kab/kota,
provinsi, dan nasional.
Selama berjalannya proses EDS, diharapkan dapat dibangun
adanya visi yang jelas mengenai apa yang diinginkan oleh para pemangku
kepentingan terhadap sekolah mereka. Untuk dapat membangun visi bersama
mengenai mutu ini yang harus dilakukan adalah semua pemangku kepentingan harus
terlibat dalam proses untuk menyepakati nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang
akan ditetapkan. Visi bersama ini yang akan membawa arah pengembangan
sekolah ke depan dengan lebih jelas.
Sekolah mengukur dampak dari
berbagai kegiatan pentingnya terkait dengan peserta didik dan kegiatan
pembelajaran (belajar mengajar); setiap tahun sekolah juga memeriksa hasil dan dampak dari kegiatan belajar
mengajar serta bagaimana sekolah dapat
memenuhi kebutuhan peserta didiknya. Hal yang sangat penting dalam proses ini
adalah sekolah harus mempergunakan evaluasi ini untuk memprioritaskan bidang
yang memerlukan peningkatan dan mempersiapkan rencana pengembangan/peningkatan
sekolah. Proses ini kemudian menjadi bagian dari siklus pengembangan dan
peningkatan yang berkelanjutan.
Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di sekolah
(kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, komite sekolah, anggota
masyarakat, dan pengawas sekolah) diharapkan bahwa tujuan dan nilai yang
diinginkan dalam proses EDS menjadi
bagian dari etos kerja sekolah. Penting diingat adalah bahwa informasi yang
didapatkan harus dianggap penting dan tidak lagi dianggap sebagai beban atau
hanya sekedar sebagai daftar data yang perlu dikumpulkan karena diminta oleh
pihak luar. Proses EDS harus menjadi suatu refleksi untuk mengubah dan
memperbaiki tata kerja, serta akan dianggap berhasil jika dapat membawa sekolah pada peningkatan
pelayanan pendidikan dan hasilnya bagi para peserta didik. Kemudian sekolah
akan menjadi pelaku utama dalam peningkatan
mutu dan memberikan penjaminan terhadap pelayanan pendidikan yang bermutu.
Setelah
pelaksanaan pelatihan, kepala sekolah dengan dukungan pengawas sekolah
pembina melaksanakan EDS bersama Tim TPS yang terdiri dari perwakilan
guru, komite sekolah, orang tua, Pengawas dan perwakilan lain dari
kelompok masyarakat yang memang dipandang layak untuk diikutsertakan. Tim ini akan
mempergunakan instrumen yang disediakan untuk menetapkan profil kinerja
sekolah berdasarkan indikator pencapaian. Informasi yang didapatkan kemudian
dianalisa dan dipergunakan oleh TPS untuk mengidentifikasi kelebihan dan bidang
perbaikan yang dibutuhkan, serta merencanakan program tahunan sekolah. Pengawas
sekolah pembina harus dilibatkan secara penuh untuk mendukung sekolah dalam
proses tersebut, serta dalam mengimplementasikan rencana perbaikan yang
dikembangkan berdasarkan hasil dari proses ini.
Keterlibatan
pengawas sekolah juga akan mendorong terciptanya transparansi dan keandalan
data yang dikumpulkan, serta membantu sekolah untuk melangkah maju dalam
program perbaikan berkelanjutan. Pengawas sekolah dan kepala sekolah akan
menjadi pemain inti dalam pelibatan pemangku kepentingan untuk
mendapatkan gambaran yang realistis mengenai sekolah dalam melakukan perbaikan,
dan bukan hanya sekedar mengisi data yang menunjukkan pencapaian standar.
Komentar
Posting Komentar