TEKNIK PENILAIAN NON TES
Penilaian
hasil belajar dapat menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai dengan
kompetensi dasar yang harus dikuasai. Ditinjau dari tekniknya, penilaian dibagi
menjadi dua yaitu tes dan non tes.
Teknik Nontes
Teknik nontes merupakan
teknik penilaian untuk memperoleh gambaran terutama mengenai karakteristik,
sikap, atau kepribadian. Selama ini teknik nontes kurang digunakan dibandingkan teknis tes. Dalam proses
pembelajaran pada umumnya kegiatan
penilaian mengutamakan teknik tes. Hal ini dikarenakan lebih berperannya
aspek pengetahuan dan keterampilan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan
guru pada saat menentukan siswa. Seiring
dengan berlakunya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang didasarkan
pada standar kompetensi dan kompetensi dasar maka teknik penilaian harus
disesuaikan dengan:
- kompetensi
yang diukur;
- aspek yang
akan diukur, pengetahuan, keterampilan atau sikap;
-
kemampuan siswa yang akan diukur;
- sarana dan prasarana yang ada.
Teknik penilaian nontes dapat
dikelompokkan sebagai berikut:
a. Pengamatan/observasi
Pengamatan/observasi adalah teknik penilaian yang dilakukan
oleh pendidik dengan menggunakan indera secara langsung. Observasi dilakukan
dengan cara menggunakan instrumen yang sudah dirancang sebelumnya.
Contoh aspek yang diamati pada
pelajaran Matematika:
·
ketelitian;
·
kecepatan
kerja;
·
kerjasama;
·
kejujuran.
Contoh aspek yang diamati pada
pelajaran Bahasa Indonesia
·
kerapian
dan kebenaran tulisan;
·
kesantunan
berbahasa;
·
kecermatan
berbahasa.
Contoh aspek yang diamati pada
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan;
·
kedisiplinan;
·
tanggung
jawab;
·
kerjasama;
·
inisiatif;
·
toleransi;
·
kebersihan
dan kerapihan.
Alat/instrumen untuk penilaian
melalui pengamatan dapat menggunakan skala sikap dan atau angket (kuesioner).
Skala sikap
Skala sikap adalah alat
penilaian hasil belajar yang berupa sejumlah pernyataan sikap tentang sesuatu
yang jawabannya dinyatakan secara berskala, misalnya skala tiga, empat
atau lima.
Pengembangan skala sikap dapat
mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
1) Menentukan objek sikap yang akan
dikembangkan skalanya misalnya sikap terhadap kebersihan.
2)
Memilih dan
membuat daftar dari konsep dan kata sifat yang relevan dengan objek penilaian
sikap. Misalnya : menarik, menyenangkan, mudah dipelajari dan
sebagainya.
3)
Memilih kata sifat yang tepat dan akan digunakan dalam
skala.
4)
Menentukan skala dan penskoran.
Contoh :
Penilaian skala sikap terhadap
kebersihan.
|
No
|
Pernyataan
|
Skala
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
1.
|
Rumah sebaiknya dirawat kebersihannya setiap hari
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Kebersihan rumah menjadi tanggung jawab semua anggota keluarga
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Ruang kelas perlu dijaga kebersihannya setiap hari
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Kebersihan ruang kelas menjadi tanggung jawab setiap anggota kelas
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
Setiap siswa sebaiknya melaksanakan tugas piket dengan penuh rasa
tanggung jawab
|
|
|
|
|
|
|
6.
|
Anak yang lalai melaksanakan tugas piket harus menggantinya pada waktu
lain
|
|
|
|
|
|
|
7.
|
Ketua kelas tidak perlu melaksanakan tugas piket karena sudah bertugas
mengatur kegiatan kelas
|
|
|
|
|
|
Keterangan :
1.
sangat tidak setuju
2.
tidak setuju
3.
kurang setuju
4.
setuju
5.
sangat setuju
Angket (kuesioner)
Angket adalah alat penilaian hasil belajar yang berupa daftar pertanyaan
tertulis untuk menjaring informasi tentang sesuatu, misalnya tentang latar
belakang keluarga siswa, kesehatan siswa, tanggapan siswa terhadap metode
pembelajaran, media, dan lain-lain.
Contoh angket
Nama :
………………………..
Kelas :
………………………..
Petunjuk Pengisian angket!
Pilihlah salah satu jawaban yang sesusai dengan Anda dengan memberi tanda
silang (X) pada huruf a, b, c atau d.
1. Air minum di keluargamu berasal
dari ....
a. sumur
b. kemasan
c. hujan
d. sungai
2. Air mandi di keluargamu berasal dari ....
a. sumur
b. kemasan
c. hujan
d. sungai
3. Buku dan alat tulismu disiapkan oleh ....
- orang
tua
- pembantu
- kakak
- saya
sendiri
4.
Tempat tidurmu dirapikan oleh ....
a. orang tua
b. pembantu
c. kakak
d. saya sendiri
5. Setiap hari rumahmu dibersihkan
oleh ....
- orang
tua
- pembantu
- saudara
- seluruh
anggota keluarga
Contoh Angket Pendidikan
Kewarganegaraan (Kelas VI/1)
Kompetensi Dasar : Meneladani
nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari
Indikator :
Mencontoh nilai persatuan dan
kesatuan dalam kehidupan sehari-hari
Nama siswa :
.................................
Jenis kelamin :
..................................
Kelas : ..................................
Petunjuk Pengisian angket!
Lingkari pada pernyataan
(Ya/tidak) yang sesuai dengan pilihan Anda .
- Mencontoh nilai persatuan
·
Dalam
berteman memilih-milih berdasarkan suku, ras, agama. Ya
/Tidak
·
Menghargai pendapat orang lain Ya/Tidak
·
Membuat kelompok belajar Ya/Tidak
·
Suka
bertengkar dengan teman Ya/Tidak
·
Mengejek teman yang kurang beruntung Ya/Tidak
- Mencontoh nilai kesatuan
·
Ikut
lomba tarian daerah tingkat propinsi. Ya
/Tidak
·
Mengikuti jambore Tingkat Nasional Ya/Tidak
·
Tidak peduli terhadap bencana alam yang menimpa
teman di propinsi lain Ya/Tidak
·
Merusak cagar budaya alam Ya/Tidak
·
Melaksanakan
upacara bendera dengan tertib Ya/Tidak
- Penugasan
Penilaian dengan
penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan
kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Penilaian dengan
penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok. Penilaian dengan penugasan dapat berupa tugas atau proyek.
Tugas
Tugas adalah kegiatan yang dilakukan oleh
siswa secara terstruktur di luar kegiatan kelas, misalnya tugas membuat
ringkasan cerita, menulis puisi, menulis cerita, mengamati suatu obyek, dan
lain-lain. Hasil pelaksanaan tugas ini bisa berupa hasil karya, seperti:
karya puisi, cerita; bisa pula berupa laporan, seperti: laporan pengamatan.
Pelaksanaan pemberian tugas perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Banyaknya tugas setiap mata pelajaran
diusahakan agar tidak memberatkan siswa karena memerlukan waktu untuk
istirahat, bermain, belajar mata pelajaran lain, bersosialisasi dengan teman,
dan lingkungan sosial lainnya.
2)
Jenis dan materi pemberigan tugas harus didasarkan
kepada tujuan pembemberian tugas yaitu untuk melatih siswa menerapkan atau
menggunakan hasil pembelajarannya dan memperkaya wawasan pengetahuannya. Materi
tugas dipilih yang esensial sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan
hidup yang sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, perkembangan, dan
lingkungannya.
3)
Diupayakan pemberian tuga dapat mengembangkan
kreatifitas dan rasa tanggung jawab serta kemandirian.
Proyek
Proyek adalah
suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan
pelaporan secara tertulis maupun
lisan dalam waktu tertentu.
Contoh proyek antara lain: melakukan
pengamatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, percobaan foto sintesis
tumbuhan dan perkembangan tanaman, mengukur tinggi pohon dan lebar sungai menggunakan klinometer.
Contoh
keterampilan yang dinilai dalam pelaksanaan suatu proyek
1. Tahap Persiapan : kemampuan membuat perencanaan,
merancang
kegiatan, dan mengembangkan suatu ide.
2. Tahap Produksi : kemampuan memilih dan menggunakan bahan,
peralatan, dan langkah-langkah kerja.
3. Tahap Pelaporan : kemampuan melaporkan hasil pelaksanaan proyek,
kendala yang dihadapi, kelengkapan dan
keruntutan
laporan.
|
No.
|
Nama
|
Persiapan
0 – 20
|
Pelaksanaan
0 – 40
|
Pelaporan
0 – 40
|
Nilai
Akhir
|
|
1.
|
Mirna
Sari Dewi
|
18
|
35
|
37
|
80
|
- Produk
Penilaian produk
adalah suatu penilaian terhadap
keterampilan menghasilkan suatu produk dalam waktu tertentu sesuai dengan
kriteria yang telah ditetapkan baik dari segi proses maupun hasil akhir.
Tahap-tahap penilaian produk
1) Tahap Persiapan, meliputi: penilaian
terhadap kemampuan peserta didik dalam hal
merencanakan, menggali dan
mengembangkan gagasan serta mendesain produk
2) Tahap Pembuatan, meliputi: penilaian
terhadap kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat,
dan teknik
3) Tahap Hasil, meliputi penilaian
terhadap kemampuan peserta didik membuat
produk sesuai kegunaan dan kriteria yang telah ditentukan
Contoh Produk Pendidikan Kewarganegaraan
(Kelas V/1)
Kompetensi Dasar : Memberikan
contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah, seperti pajak,
anti korupsi, lalu lintas, larangan merokok.
Indikator :
Membuat rambu lalu lintas -
Tugas : Siswa dibentuk dalam kelompok, setiap
kelompok lima orang. Kelompok bertugas untuk membuat sebuah produk salah satu
rambu lalu lintas
(1) Tahap Persiapan
a. Kelompok menyediakan alat-alat untuk
membuat rambu lalu lintas misal kertas, triplek, kayu, lem, cat, pewarna,
penggaris, dan sebagainya.
b. Kelompok membagi tugas sesuai rencana
memproduk rambu lalu lintas (semua anggota kelompok mempunyai beban tugas
masing-masing)
(2) Tahap pembuatan
a. Masing-masing anggota kelompok mengerjakan
tugasnya
b. Menggabungkan hasil kerja individu untuk
menjadi sebuah produk rambu lalu lintas
c. Merapikan, memperindah hasil produk rambu
lalu lintas.
(3) Tahap pemajangan
a. Mempresentasikan proses produk rambu lalu
lintas
b. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang
proses produksi
c. Memajang produk di kelas
|
No.
|
Nama
|
Persiapan
0 – 20
|
Produksi
0 - 50
|
Pemajangan
0 – 30
|
Nilai
Akhir
|
|
1.
2.
|
Kelompok
I
Kelompok
II
|
15
20
|
45
50
|
30
30
|
90
100
|
- Portofolio
1) Pengertian
Portofolio merupakan kumpulan karya siswa yang tersusun secara sistematis
dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran. Portofolio digunakan
oleh pendidik dan siswa untuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan
dan sikap siswa dalam mata pelajaran tertentu. Portofolio menggambarkan
perkembangan prestasi, kelebihan dan kekurangan kinerja siswa, seperti kreasi
kerja dan karya siswa lainnya.
2) Bagian-bagian Portofolio
Bentuk
fisik dari portofolio adalah folder, bendel, atau map yang berisikan dokumen.
Agar portofolio siswa mudah dianalisis untuk kepentingan penilaian, maka
idealnya perlu diorganisir dalam beberapa bagian sebagai berikut.
a) Halaman Judul
Pada halaman depan map portofolio adalah
judul atau cover portofolio berisi nama siswa, kelas, dan sekolah.
b) Daftar isi dokumen
Pada halaman dalam dari judul berisi
daftar isi dokumen yang berada dalam map portofolio.
c) Dokumen Portofolio
Bendel dokumen portofolio berisi kumpulan
semua dokumen siswa baik hasil karya siswa, lembar kerja (worksheet), koleksi bacaan, koleksi lukisan, maupun lembaran-lembaran
informasi yang dipakai dalam kegiatan belajar mengajar.
d) Pengelompokan
Dokumen
Dokumen-dokumen dalam portofolio perlu
dikelompokkan, misalnya berdasarkan mata pelajaran, sehingga mudah untuk
mendapatkannya bila diperlukan. Agar kelompok dokumen mudah diorganisir, maka
perlu diberi pembatas, misalnya dengan kertas berwarna. Batasan tersebut sangat
berguna untuk memisahkan antara dokumen satu kelompok dengan kelompok yang
lain. Tidak semua berkas karya siswa
didokumentasikan tetapi hanya karya siswa yang terpilih saja. Penentuan karya
siswa yang terpilih merupakan kesepakatan antara pendidik dan siswa.
e) Catatan
Pendidik dan Orangtua
Pada
dokumen yang relevan baik yang berupa lembar kerja, hasil karya, maupun
kumpulan dokumen yang dipelajari siswa terutama yang berupa tugas dari pendidik
harus terdapat catatan/komentar/nilai dari pendidik dan tanggapan orang tua.
Lebih baik lagi jika terdapat catatan/tanggapan siswa yang bersangkutan, dengan
demikian pada setiap dokumen terdapat informasi lengkap tentang masukan dari
pendidik dan tanggapan dari orang tua. Setiap siswa juga dapat memasukkan
dokumen yang diperoleh secara mandiri, misalnya diperoleh dari buku bacaan atau
majalah yang membuat anak tertarik untuk mempelajari atau mengoleksinya. Sehingga dalam portofolio siswa, dokumen
tidak hanya berasal dari pendidik atau pelajaran semata, tetapi juga bisa
berisi kumpulan koleksi siswa yang bersangkutan sesuai dengan minat dan bakatnya.
Dengan demikian, portofolio siswa akan berbeda antara satu dengan yang lain,
tergantung dari keaktifan siswa dalam mengembangkan bakat dan minatnya serta
keaktifannya dalam belajar. Dari portofolio ini diperoleh informasi tentang
bakat dan minat, kelebihan dan kekurangan dari setiap siswa yang sangat
membantu pendidik dalam melakukan pembinaan kemampuan individu.
Catatan
pendidik, siswa, dan orang tua dapat langsung dituliskan pada dokumen yang ada,
atau ditulis secara terpisah pada kertas kecil yang ditempelkan atau disatukan
pada dokumen.
Contoh catatan pendidik, siswa dan orang tua pada hasil menggambar yang
dimasukkan sebagai dokumen portofolio adalah sebagai berikut.
|
Catatan/Tanggapan
|
||
|
Pendidik
|
Siswa
|
Orang
Tua/Wali Murid
|
|
Bentuk artistik bagus, teknik pewarnaan perlu
ditingkatkan.
|
Waktunya kurang!
|
Perlu banyak berlatih.
|
3) Penggunaan Portofolio
Perlu ditegaskan bahwa portofolio bukan
menggantikan sistem penilaian yang ada. Portofolio yang berisi
dokumen-dokumen selama siswa belajar dalam kurun waktu tertentu, dipilih
kembali untuk dilampirkan dan dilaporkan kepada orang tua bersama rapor.
Pada akhir suatu periode,
misalnya semester, portofolio dianalisis dan hasil analisis berupa catatan
komentar guru tentang informasi proses dan hasil belajar siswa selama periode
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar