Cari?

Apa itu Deep Learning

Deep Learning: Pendekatan Menuju Pembelajaran yang Mindful, Meaningful, dan Joyful

1. Pendahuluan

Dalam dunia pendidikan, pendekatan Deep Learning mulai diperkenalkan sebagai salah satu solusi untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Berbeda dengan pembelajaran konvensional yang cenderung berfokus pada hafalan dan penyampaian materi, Deep Learning mengedepankan pemahaman yang mendalam, berpikir kritis, serta keterhubungan materi dengan kehidupan nyata siswa.

Pendekatan ini menekankan tiga konsep utama:

  1. Mindful Learning: Pembelajaran dengan kesadaran penuh.
  2. Meaningful Learning: Pembelajaran yang bermakna dan relevan.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran yang menyenangkan, bebas dari tekanan.

Konsep ini sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, yaitu pendidikan yang berpusat pada siswa, dengan guru sebagai fasilitator atau pamong. Pendidikan yang ideal harus menciptakan suasana belajar yang aktif, inklusif, dan kontekstual.


2. Apa itu Deep Learning?

Deep Learning dalam pendidikan merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk:

  • Memahami materi secara mendalam, bukan sekadar hafal.
  • Menghubungkan konsep pembelajaran dengan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya.
  • Menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata dan situasi baru.

Asal Usul Konsep Deep Learning

Istilah Deep Learning awalnya muncul dalam bidang teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI). Dalam AI, Deep Learning mengacu pada model jaringan saraf tiruan dengan banyak lapisan (layers), yang memungkinkan komputer belajar dari data dalam skala besar. Namun, dalam konteks pendidikan, Deep Learning berarti pendekatan yang memungkinkan siswa memahami materi dengan struktur mendalam dan sistematis.


3. Deep Learning sebagai Pendekatan, Bukan Kurikulum

Berdasarkan pemaparan dalam webinar yang diulas Ibu Ristanti Anistiya, Deep Learning lebih tepat disebut sebagai pendekatan daripada kurikulum.

  • Sebagai pendekatan, Deep Learning merupakan paradigma atau kerangka berpikir yang digunakan dalam proses pembelajaran.
  • Deep Learning bisa diterapkan dalam berbagai model pembelajaran seperti:
    • Project-Based Learning (PjBL)
    • Problem-Based Learning (PBL)
    • Inquiry-Based Learning

Ciri-Ciri Deep Learning

  1. Berpusat pada Siswa
    Pembelajaran didesain agar siswa menjadi pelaku utama dalam proses belajar.
  2. Pembelajaran Aktif
    Siswa terlibat dalam diskusi, eksperimen, dan refleksi, bukan hanya menerima ceramah satu arah.
  3. Berfokus pada Pemahaman dan Penerapan
    Pemahaman siswa ditingkatkan melalui penghubungan konsep dan penerapannya dalam kehidupan nyata.
  4. Kolaboratif
    Siswa bekerja dalam tim untuk menyelesaikan masalah atau proyek tertentu.
  5. Berbasis Masalah dan Aplikasi Nyata
    Pembelajaran dikaitkan dengan problem solving dan aksi nyata yang relevan.
  6. Melatih Pemikiran Kritis
    Siswa dilatih untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi kreatif dari suatu tantangan.
  7. Pemberian Umpan Balik yang Konstruktif
    Guru memberikan umpan balik spesifik dan membangun agar siswa termotivasi untuk memperbaiki kesalahan mereka.

4. Implementasi Deep Learning di Sekolah

Mindful Learning

  • Pengertian: Pembelajaran dengan kesadaran penuh, di mana siswa fokus, sadar, dan hadir secara utuh dalam proses belajar.
  • Contoh: Melatih siswa untuk refleksi diri setelah belajar, mengelola emosi, dan menyadari relevansi materi dengan kehidupan mereka.

Meaningful Learning

  • Pengertian: Pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata siswa.
  • Contoh: Mengaitkan pelajaran matematika dengan perhitungan dalam jual beli di pasar atau situasi sehari-hari.

Joyful Learning

  • Pengertian: Pembelajaran yang menyenangkan, di mana siswa belajar dengan antusias dan merasa nyaman.
  • Contoh: Pembelajaran berbasis proyek yang mendorong kreativitas dan kolaborasi siswa.

5. Tantangan dalam Menerapkan Deep Learning

  1. Kebiasaan Guru:
    Masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah satu arah dan mengejar ketuntasan materi.
  2. Fasilitas dan Sumber Belajar:
    Keterbatasan teknologi dan sumber belajar di sekolah.
  3. Mindset Guru dan Siswa:
    Pola pikir tetap (fixed mindset) yang membuat siswa enggan berusaha lebih.

6. Kesimpulan

Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, refleksi, dan aplikasi nyata. Pendekatan ini bukan kurikulum, melainkan kerangka berpikir yang dapat diintegrasikan dalam berbagai model pembelajaran. Dengan menerapkan Deep Learning, diharapkan pembelajaran di kelas menjadi lebih mindful, meaningful, dan joyful, sehingga siswa tidak hanya menjadi penghafal, tetapi juga pembelajar yang kritis, kreatif, dan cinta belajar sepanjang hayat.


Referensi

  1. Jensen, E., & Lian. Deep Learning for Education.
  2. Fadel, C., Bialik, M., & Trilling, B. (2015). Four-Dimensional Education.
  3. Webinar "Deep Learning untuk Pembelajaran yang Mindful, Meaningful & Joyful" oleh Ibu Ristanti Anistiya. Tautan YouTube.
  4. OECD. (2018). The Future of Education and Skills 2030.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Joyful Learning

Joyful Learning: Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan di Kelas Pendahuluan Joyful Learning adalah pendekatan pembelajaran yang me...