Cari?

KOMPETENSI KEPRIBADIAN PENGAWAS SEKOLAH



Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2007 tentang standar pengawas Sekolah/Madrasah menegaskan bahwa sesorang pengawas harus memiliki 6 kompetensi minimal, yaitu kompetensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan serta kompetensi sosial.

1.         KOMPETENSI KEPRIBADIAN
Salah satu unsur tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis untuk membina, memantau, memberikan supervisi, dan mengevaluasi satuan atau lembaga pendidikan adalah Pengawas. Melihat tugasnya tersebut, pengawas memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan mutu pendidikan, yang pada akhirnya akan mewujudkan visi pendidikan nasional di atas. Peran tersebut tentunya menurut penguasaan berbagai kompetensi pada diri pengawas.
Kompetensi kepribadian bagi pengawas mendasari seluruh kompetensi lainnya, karena berkaitan dengan aspek nilai, sikap, perilaku, motivasi dan komitmen. Tanpa didukung oleh pribadi yang baik maka pengawas tidak akan dapat menunaikan tugasnya secara optimal, terutama dalam membina para kepala sekolah dan guru. Pengawas yang memiliki kepribadian menarik, mudah berkomunikasi, terbuka, berpikir dan bersikap positif, serta dapat melihat dan menempatkan dirinya secara proporsional sangat diperlukan. Kepribadian semacam ini dapat dikembangkan melalui tahapan mengenal diri sendiri, mengembangkan diri dan memberdayakan diri sendiri, walaupun selanjutnya pengawas juga diharapkan dapat mengenal, mengembangkan dan memberdayakan orang lain.
Berikut adalah kompetensi kepribadian pengawas TK/SD menurut Permendiknas nomor 12 tahun 2007.
(1) bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas pokoknya
(2) Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya
(3) Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya.
(4) Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Joyful Learning

Joyful Learning: Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan di Kelas Pendahuluan Joyful Learning adalah pendekatan pembelajaran yang me...